Skip navigation

Category Archives: penyakit

Definisi Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi berarti tekanan tinggi didalam arteri-arteri. Arteri-arteri adalah pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah dari jantung yang memompa ke seluruh jaringan dan organ-organ tubuh. Tekanan darah tinggi bukan berarti tegangan emosi yang berlebihan, walaupun tegangan emosi dan stres dapat meningkatkan tekanan darah untuk semenatara. Tekanan darah normal adalah dibawah 120/80; tekanan darah antara 120/80 dan 139/89 disebut “pra-hipertensi” (“pre-hypertension”), dan suatu tekanan darah dari 140/90 atau diatasnya dianggap tinggi.

Angka yang diatas, tekanan darah sistolik, berhubungan dengan tekanan didalam arteri ketika jantung berkontraksi dan memompa darah maju kedalam arteri-arteri. Angka yang dibawah, tekanan diastolik, mewakili tekanan didalam arteri-arteri ketika jantung istirahat (relax) setelah kontraksi. Tekanan diastolik mencerminkan tekanan paling rendah yang dihadapkan pada arteri-arteri.

Suatu peningkatan dari tekanan darah sistolik dan/atau diastolik meningkatkan risiko mengembangkan penyakit jantung (cardiac), penyakit ginjal (renal), pengerasan dari arteri-arteri (atherosclerosis atau arteriosclerosis), kerusakan mata, dan stroke (kerusakan otak). Komplikasi-komplikasi dari hipertensi ini sering dirujuk sebagai kerusakan akhir organ karena kerusakan pada organ-organ ini adalah hasil akhir dari tekanan darah tinggi kronis. Untuk sebab itu, diagnose tekanan darah tinggi sangat penting sehingga usaha-usaha dapat dibuat untuk membuat tekanan darah menjadi normal dan mencegah komplikasi-komplikasi.

Pada awalnya diperkirakan bahwa kenaikan-kenaikan pada tekanan darah diastolik adalah suatu faktor risiko yang lebih penting daripada peningkatan-peningkatan sistolik, namun sekarang diketahui bahwa pada orang-orang yang berumur 50 tahun atau lebih hipertensi sistolik mewakili suatu risiko yang lebih besar.

Mempengaruhi hampir satu dari empat orang dewasa di Amerika, hipertensi ternyata adalah suatu persoalan kesehatan publik yang utama.

Mengukur Tekanan Darah

Tekanan darah umumnya diukur dengan alat yang disebut sphygmomanometer. Sphygmomanometer terdiri dari sebuah pompa, sebuah pengukur tekanan, dan sebuah manset dari karet. Alat ini mengukur tekanan darah dalam unit yang disebut milimeter air raksa (mm Hg).

Manset ditaruh mengelilingi lengan atas dan dipompa dengan sebuah pompa udara sampai dengan tekanan yang menghalangi aliran darah di arteri utama (brachial artery) yang berjalan melalui lengan. Lengan kemudian di taruh disamping badan pada ketinggian dari jantung, dan tekanan dari manset pada lengan dilepaskan secara berangsur-angsur. Ketika tekanan didalam manset berkurang, seorang dokter mendengar dengan stetoskop melalui arteri pada bagian depan dari sikut. Tekanan pada mana dokter pertama kali mendengar denyutan dari arteri adalah tekanan sistolik (angka yang diatas). Ketika tekanan manset berkurang lebih jauh, tekanan pada mana denyutan akhirnya berhenti adalah tekanan diastolik (angka yang dibawah).

Penyebab Hipertensi

Ada dua bentuk hipertensi: hipertensi utama (primary hypertension) dan hipertensi sekunder (secondary hypertension). Hipertensi utama adalah suatu kondisi yang jauh lebih sering dan meliputi 95% dari hipertensi. Penyebab dari hipertensi utama adalah berbagai faktor, yaitu, ada beberapa faktor yang efek-efek kombinasinya menyebabkan hipertensi. Pada hipertensi sekunder (secondary hypertension), yang meliputi 5% dari hipertensi, hipertensi adalah sekunder pada (disebabkan oleh) suatu kelainan spesifik pada salah satu organ atau sistim tubuh.

Hipertensi utama mempengaruhi hampir 75 juta penduduk Amerika, namun penyebab-penyebab dasarnya atau kerusakan-kerusakan yang mendasarinya tidak selalu diketahui. Meskipun demikian, hubungan-hubungan tertentu telah dikenal (diketahui) pada orang-orang dengan hipertensi utama. Contohnya, hipertensi utama berkembang hanya pada kelompok-kelompok atau masyarakat-masyarakat yang mempunyai masukan garam yang cukup tinggi, melampaui 5.8 grams setiap hari. Faktanya, masukan garam mungkin adalah suatu faktor teristimewa penting dalam hubungannya dengan hipertensi utama dalam beberapa situasi. Jadi, kelebihan garam mungkin terlibat dalam hipertensi yang dihubungkan dengan umur yang berlanjut, orang Amerika denga latar belakang Africa, kegemukan, kepekaan/kerentanan turun menurun (genetic), dan gagal ginjal (renal insufficiency).

Faktor-fakor genetik diperkirakan memainkan suatu peran yang menonjol dalam pengembangan hipertensi utama. Bagaimanapun, gen-gen untuk hipertensi masih belum dapat diidentifikasikan. Penelitian saat ini pada bidang ini difokuskan pada faktor-faktor genetik yang mempengaruhi sistim renin-angiotensin-aldosterone. Sistim ini membantu mengatur tekanan darah dengan mengontrol keseimbangan garam dan keluwesan dari arteri-arteri.

Hampir 30% kasus-kasus hipertensi utama diakibatkan oleh faktor-faktor genetik. Contohnya, di Amerika, timbulnya penyakit hipertensi adalah lebih besar diantara orang-orang Amerika keturunan Afrika dari pada diantara orang-orang Caucasians atau orang-orang Asia. Juga, pada individu-individu yang mempunyai satu atau dua orang tua dengan hipertensi, hipertensi adalah dua kali lebih umum dari pada populasi umum. Jarang terjadi, kelainan-kelainan genetik yang tidak umum tertentu yang mempengaruhi hormon-hormon kelenjar adrenal dapat menjurus pada hipertensi.

Mayoritas luas dari pasien-pasien dengan hipertensi utama umumnya mempunyai suatu kelainan istimewa dari arteri-arterinya: suatu perlawanan yang meningkat (kekakuan atau kehilangan kelenturan) pada arteri-arteri kecilnya yang paling jauh dari jantung (peripheral arteries atau arterioles). Arteriole-arteriole mensuplai darah yang mengandung oksigen dan nutrisi-nutrisi kepada seluruh jaringan tubuh. Mereka dihubungkan oleh kapiler-kapiler didalam jaringan dengan vena-vena (the venous system), yang membalikkan darah ke jantung dan paru-paru. Jadi apa yang membuat arteri-arteri peripheral menjadi kaku belum diketahui. Namun, peningkatan kekakuan dari peripheral arteriolar ini hadir pada individu-individu yang hipertensi utamanya dihubungkan dengan faktor-faktor genetik, kegemukan, kurang olah raga, penggunaan garam yang berlebihan, dan umur yang menua. Peradangan juga mungkin memainkan suatu peran pada hipertensi karena suatu peramalan dari pengembangan hipertensi adalah kehadiran dari suatu peningkatan tingkat dari C reactive protein (suatu tes darah untuk tanda/marker dari peradangan) pada beberapa individu-individu.

Yang Dirasakan Pasien Dengan Hipertensi

Hipertensi sederhana umumnya terjadi tanpa gejala-gejala apapun (diam-diam) dan karenanya hipertensi ini diberi label ” pembunuh diam-diam”. Dia disebut begini karena penyakit dapat berlanjut untuk pada akhirnya mengembangkan apapun dari satu atau lebih dari beberapa komplikasi-komplikasi hipertensi yang berpotensi fatal seperti serangan-serangan jantung atau stroke-stroke. Hipertensi sederhana mungkin hadir dan tetap tidak diketahui untuk bertahun-tahun, bahkan sampai dekade-dekade (puluhan tahun). Ini terjadi ketika tidak ada gejala-gejala, dan yang terkena gagal untuk menjalani penyaringan tekanan darah periodik.

Beberapa orang dengan hipertensi sederhana, bagaimanapun, dapat mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, pusing-pusing, kehabisan napas, dan penglihatan kabur. Kehadiran gejala-gejala dapat menguntungkan dimana mereka dapat mendorong orang-orang untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan dan membuat mereka lebih menurut dalam meminum obat-obatan mereka. Seringkali, bagaimanapun, kontak pertama seseorang dengan dokter mungkin setelah terjadinya kerusakan akhir organ. Pada banyak kasus-kasus, seseorang mengunjungi atau dibawa ke dokter atau suatu ruang darurat dengan suatu serangan jantung, stroke, gagal ginjal, atau penglihatan yang lemah (disebabkan oleh kerusakan pada bagian belakang retina). Kesadaran publik yang lebih besar dan penyaringan tekanan darah yang seringkali mungkin membantu untuk mengidentifikasikan pasien-pasien dengan hipertensi yang tidak terdiagnosis sebelum berkembangnya komplikasi-komplikasi signifikan.

Kira-kira satu dari setiap 100 orang (1%) dengan hipertensi didiagnosis dengan hipertensi berat (hipertensi yang membahayakan/malignant hypertension) pada kunjungan pertama mereka ke dokter. Pada pasien-pasien ini, tekanan darah diastolik melampaui 140 mm Hg! Orang-orang yang terkena seringkali mengalami sakit kepala berat, mual, gejala-gejala penglihatan, pusing-pusing, dan kadangkala gagal ginjal. Malignant hypertension adalah suatu keadaan medis darurat (medical emergency) dan memerlukan perawatan yang mendesak untuk mencegah suatu stroke (kerusakan otak).

Menilai kerusakan Akhir Organ Pada Pasien Dengan Hipertensi

Seperti telah disebutkan, hipertensi kronis dapat menjurus pada pembesaran jantung, gagal ginjal, kerusakan otak atau syaraf, dan perubahan-perubahan dalam retina pada belakang mata. Pemeriksaan mata-mata pada pasien-pasien dengan hipertensi berat dapat mengungkapkan kerusakan, penyempitan arteri-arteri kecil, hemorrhage-hemorrhage kecil (kebocoran darah) pada retina, dan pembengkakkan syaraf mata. Dari jumlah kerusakan, dokter dapat mengukur keparahan dari hipertensi.

Orang-orang dengan hipertensi mempunyai suatu kekakuan yang meningkat, atau resitensi, pada arteri-arteri sekeliling diseluruh jaringan-jaringan tubuhnya. Peningkatan resistensi ini menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh-pembuluh darah ini. Peningkatan beban kerja ini dapat menegangkan jantung, yang dapat menjurus pada kelainan-kelanan jantung yang umumnya pertama kali terlihat sebagai pembesaran otot jantung. Pembesaran jantung dapat dievaluasi dengan x-ray dada, elektrokardiogram (electrocardiogram), dan paling tepat dengan echocardiography (suatu pemeriksaan jantung dengan ultrasound). Echocardiography terutama berguna dalam menentukan ketebalan (pembesaran) dari jantung bagian kiri (sisi pompa utama). Pembesaran jantung mungkin adalah suatu pertanda dari gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan suatu kelainan irama jantung/cardiac arrhythmias. Pengobatan hipertensi dan komplikasi-komplikasinya yang tepat dapat membalikkan beberapa kelainan-kelainan jantung ini.

Tes-tes darah dan air seni mungkin berguna dalam mendeteksi kelainan-kelainan ginjal pada orang-orang dengan hipertensi. Ingat bahwa kerusakan ginjal dapat sebagai penyebab atau akibat hipertensi. Mengukur serum kreatinin (serum creatinine) didalam darah dapat menilai seberapa bagusnya fungsi ginjal. Suatu kadar serum kreatinin yang meningkat mengindikasikan kerusakan pada ginjal. Sebagai tambahan, kehadiran protein didalam air seni (proteinuria) dapat merefleksikan kerusakan ginjal dari hipertensi, bahkan jika fungsi ginjal normal (seperti diwakili oleh tingkat kreatinin darah). Protein sendirian didalam air seni memberi tanda-tanda risiko kemerosotan fungsi ginjal jika tekanan darah tidak dikontrol. Bahkan jumlah kecil dari protein (microalbuminuria) mungkin adalah suatu signal dari gagal ginjal yang akan datang dan komplikasi-komplikasi vaskuler lain dari hipertensi yang tidak terkontrol. Orang-orang Amerika keturunan Afrika dengan pengontrolan hipertensi yang miskin ada pada risiko yang lebih tinggi dibanding orang-orang kulit putih (caucasians) untuk kerusakan akhir organ terutama kerusakan ginjal.

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stroke, yang dapat menjurus pada kerusakkan otak atau syaraf. Stroke-stroke umumnya disebabkan oleh suatu hemorrhage (kebocoran darah/leaking blood) atau suatu gumpalan darah (thrombosis) dari pembuluh-penbuluh darah yang mensupali darah ke otak. Gejala-gejala dan tanda-tanda (penemuan-penemuan pada pemeriksaan fisik) pasien dievaluasi untuk menilai kerusakkan syaraf. Sebuah stroke dapat menyebabkan kelemahan, kesemutan/rasa geli, atau kelumpuhan dari tangan-tangan atau kaki-kaki dan kesulitan-kesulitan bicara dan penglihatan. Stroke-stroke kecil yang berganda dapat menjurus pada dementia (kapasitas intelektual yang lemah/impaired intellectual capacity). Pencegahan yang paling baik untuk komplikasi-komplikasi hipertensi ini adalah kontrol tekanan darah. Studi-studi terakhir juga telah menyarankan bahwa obat-obat angiotensin receptor blockers dapat menawarkan suatu efek perlindungan tambahan melawan stroke-stroke melampaui kontrol tekanan darah.

Mengenal dan Mewaspadai Penyakit Demam Berdarah

Saya sebenarnya ingin sekali membuat posting ini  untuk para pembaca diblog saya agar para pembaca mudah dan mengenal ciri2 /gejala yg timbul akibat dari bahaya nya demam berdarah

Apakah DB itu? Demam berdarah dengue, istilah kedokterannya Dengue Hemorrhagik Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue tipe 1-4, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominan) dan beberapa spesies Aedes lainnya. Di Indonesia sendiri, keempat tipe virus Dengue dapat ditemukan, dan yang dihubungkan dengan gejala DHF yang parah adalah tipe 3. Kekebalan (imunitas) terhadap satu jenis virus tidak berlaku untuk infeksi jenis virus lainnya, bahkan dapat menimbulkan reaksi yang kurang menguntungkan bagi tubuh. Jumlah kasus DHF utamanya meningkat pada musim hujan dimana sumber air bersih bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes tersedia dimana-mana, jika tidak dilakukan program pembersihan lingkungan

Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam  secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam, ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan – pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.

Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet  akan jatuh hingga pasien dianggap afebrill

Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

  • Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epitaksis/mimisan), mulut, dubur dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia  dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.

Tanda-Tanda Syok

Tanda-tanda tersebut menggambarkan perembesan plasma yang tidak teratasi dan efek perdarahan dalam rongga tubuh (misalnya saluran cerna, otak) akibat trombosit yang terus turun. Penderita yang mengalami tanda diatas sebaiknya segera diperiksakan ke Rumah Sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Diagnosis

Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombosit  dan leokopenia  relatif.

serologi  dan reaksi berantai polimerasei tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis.

Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut.

Pencegahan

Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.

Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk  demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal – hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:

  1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga  dan istirahat yang cukup;
  2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang;
  3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air . Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
  4. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi;
  5. Jika terlihat tanda-tanda syok, segera bawa penderita ke rumah sakit.

Pengobatan

Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.

Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji  bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan.

Epidemiologi

wabah pertama terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia-afrika, dan Amerika serikat. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779 Wabah besar global dimulai di Asia-tenggara  pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.

Presiden Megawati Kunjungi Penderita Demam Berdarah
KUNJUNGAN PRESIDEN: Presiden Megawati Soekarnoputri saat mengunjungi seorang anak penderita demam berdarah di RS Persabahatan, Rawamangun, Jakarta. Sedikitnya 300 orang meninggal dan ribuan lainnya dirawat di rumah sakit akibat wabah demam berdarah.
Presiden Megawati Soekarnoputri, Senin, mengunjungi penderita wabah demam berdarah di Rumah Sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur. Presiden Megawati menganjurkan masyarakat untuk lebih sering membersihkan dan menguras tempat-tempat penampungan air guna menghindarkan meluasnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
“Kalau bisa ibu-ibu lebih sering menguras bak-bak penampungan air,” kata Megawati ketika berdialog dengan keluarga penderita DBD di RS Persahabatan, Jaktim, Senin. Megawati yang didampingi suaminya Taufik Kiemas serta Menkes Achmad Sujudi, Senin pagi menjenguk puluhan penderita DBD yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Dirut RS Persahaatan Hardi Yusa melaporkan bahwa sampai saat ini rumah sakit tersebut telah merawat 88 anak penderita, serta 106 dewasa sehingga jumlah adalah 194 orang. Dari jumlah tersebut dua di antaranya meninggal yaitu seorang anak dan satu dewasa.
Dalam kunjungan sektiar dua jam tersebut Megawati melihat puluhan anak terpaksa berbaring di tempat-tempat tidur lipat karena terbatasnya ruang rawat inap bagi para penderita. Ketika berdialog dengan seorang anak lelaki yang masih duduk di Sekolah Dasar, Megawati berkata, “Lebih baik kamu sekarang kegerahan daripada digigit nyamuk lagi.” Ucapan spontan itu dilontarkan Megawati karena ruang perawatan itu terasa panas akibat terlalu banyaknya pasien.
Sampai sekarang kasus DBD di tanah air telah mencapai 19.031 kasus, dan 336 di antara para korban itu telah meninggal dunia. Menurun
Jumlah korban meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia telah menurun dari 2.0 persen pada pertengahan Februari 2004 menjadi 1,8 persen pada akhir Februari 2004, kata Menkes Achmad Sujudi.
“Penurunan kematian DBD karena para korban cepat dibawa ke rumah sakit (RS) dan adanya peningkatan kegiatan masyarakat membersihkan sarang nyamuk (PSN),” katanya.
Seusai melantik 15 pejabat eselon II di lingkungan Depkes, Menkes mengatakan, data jumah DBD (19/2) sekitar 9.000 orang, meninggal 188 orang atau kematiannya dua persen, sedang data (27/2) jumlahnya 17.289 orang, meninggal 312 orang atua kematiannya 1,8 persen.
Menkes mengingatkan masyarakat, agar segera membawa ke RS jika ada keluarganya menderita gejala DBD, seperti demam terus menerus, sakit ulu hati, otot, sakit kepala. “Jika penderita sampai syok, pingsan dan mengeluarkan pendarahan, maka tim medis RS akan mengalami kesulitan untuk menolong,” katanya. Menkes menyatakan, saat ini masih ada tiga provinsi yang jumlah penderita DBD masih tinggi atau naik dibanding selama Januari 2004 yakni DKI, Bali, dan NTB.
“Depkes minta Pemda DKI, Bali, dan NTB untuk meningkatkan pertolongan penderita DBD dan menggalakkan warganya pada kegiatan PSN, ” katanya.
Sementara itu, jumlah penderita DBD 1 Januari-29 Februari 2004 di 25 provinsi mencapai 17.707 orang, 322 orang diantaranya meninggal, sedang penderita DBD di DKI sebanyak 6.431 orang, 58 diantaranya meninggal.
Menkes menegaskan, Depkes telah mengalokasikan dana Rp50 miliar untuk penanggulangan KLB DBD di seluruh Indonesia, sehingga tidak dibenarkan jika RS menolak pasien DBD dari kalangan miskin.
“Seluruh RS khususnya milik pemerintah harus menerima pasien DBD dari kalangan miskin karena total biaya pengobatan diganti pemerintah,” katanya.Pejabat eselon II Depkes yang dilantik, antara lain Suprijadi, SKM (Kepala Biro Umum dan Humas), dr Gunawan Setiadi, MPH (Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran) dan Bambang Hartono, SKM, MSc (Kepala Pusat Promosi Kesehatan).

  • virus flu babi memang cukup mematikan sama halnya dengan virus flu burung.

  • Meski di Indonesia belum pernah ditemukan kasus flu babi, namun siapapun wajib mewaspadainya. Berikut adalah beberapa cara mudah melindungi diri dari laju penyebaran virus tersebut.
  1. Seperti yang dilansir melalui Huffington Post, Senin (27/4/2009), yang pertama harus dilakukan adalah menjaga kebersihan tangan. Meski nampak terdengar lumrah, namun dengan mencuci tangan selama 20 detik setelah anda bepergian, nyatanya memang ampuh menahan penyebaran virus yang bisa masuk melalui tangan yang terkontaminasi dengan benda-benda,binatang atau disekeliling kalian.
  2. Hindari kontak dengan dengan orang-orang yang sedang tidak sehat. Begitu pula jika Anda sedang sakit sebaiknya beristirahat dan menjauh dari tempat-tempat keramaian. Hal ini akan mencegah Anda terinfeksi virus ataupun menginfeksi orang lain.
  3. Terakhir, kenai gejala penyakitnya dan segera berobat seandainya Anda menemukan tanda-tanda mengidap penyakit tersebut. Flu babi memiliki gejala mirip dengan flu pada umumnya seperti demam, sakit badan, sakit tengggorokan, batuk, berak bahkan muntah. – Sejauh ini, flu babi telah menjadi penyakit influenza yang lebih membahayakan dibandingkan dengan influenza musiman. Namun wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena flu babi dibandingkan orang lain pada umumnya.
  4. Dr. Anne Schuchat dari Centers for Disease Control and Prevention (CDCP) US, mengatakan bahwa virus flu menambah lebih banyak risiko bagi kesehatan dan keselamatan ibu hamil dan janinnya.
  • “Kehamilan melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga sangat rentan bagi seorang ibu hamil mengalami pnemonia ketika terjangkit flu. Pada pandemik flu awal, infeksi oleh virus flu juga bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur, kata Schuchat seperti yang dikutip dari MSN, Rabu (20/5/2009).
  • Menurut data CDCP, pada awal penyebarannya ada sekira 20 wanita hamil di dunia yang diduga terjangkit virus H1N1. Namun jumlah itu kini melonjak tajam hingga 6.000 wanita hamil di seluruh dunia.
  • Wanita hamil penderita asma dan masalah kesehatan lain memang berisiko mengalami komplikasi kesehatan. Namun risiko yang disebabkan oleh virus flu lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan faktor penyebab lainnya.